Kabupaten Nagekeo 16 Tahun: Berikut Fakta-fakta Positif

- Kamis, 8 Desember 2022 | 13:46 WIB
Kabupaten Nagekeo 16 Tahun: Berikut Fakta-fakta Positif
Kabupaten Nagekeo 16 Tahun: Berikut Fakta-fakta Positif


DEPOK (eNBe Indonesia) - Umur 16 tahun belum terbilang tua, masih butuh energi lebih kuat lagi, semangat perjuangan tetap lebih digiatkan, maka anak-anak Nagekeo (golden age) akan bertumbuh lebih sehat, lebih maju, untuk kejayaan Nagekeo.

Demikian diungkapkan Hendrikus Nio, Ketua Forum Perjuangan Pemekaran Kabupaten Nagekeo, di apel Perayaan HUT Kabupaten Nagekeo ke-16 hari ini di Mbay.

"16 tahun kita bekerja, 16 tahun kita berjalan, mari kita berjuang bersama, tinggalkan eforia-eforia, Nagekeo butuh sentuhan tangan kita," ujar Blasius Adjo Bupu, Sekretaris Forum Perjuangan Pemekaran Kabupaten Nagekeo.

Khusus dalam 3 tiga tahun terakhir ini, tahun pandemi COVID-19, Pemerintah Kabupaten Nagekeo tidak tinggal diam. Sebuah sumber eNBe Indonesia dari Nagekeo memuji Bupati Yohanes Don Bosco Do dan Wakil Bupati Marianus Waja karena tetap bekerja all out.

Baca Juga: Hasil Uji Poligraf Tunjukkan Bahwa Ferdy Sambo Berbohong

"Kita punya Bupati dan Wakil Bupati yang hebat, karena mereka bisa membuat perubahan dan perkembangan, dan itu yang kita lihat, sementara kabupaten-kabupaten yang lain hanya perangi dampak dari COVID," ujar sumber tadi.

"Bupati kita sekarang konsisten hadir di tengah-tengah kebutuhan masyarakat kita, hanya belum didukung optimal jajaran ASN," ujar salah satu sumber di kalangan birokrat Nagekeo.

Bicara ASN, publik Nagekeo tentu teringat nasib 1.046 THL yang sempat membuat kegaduhan (noise). Bupati Don dan Wakil Bupati Marianus berdalih untuk memenuhi tata kelola yang benar, pihaknya tidak memperpanjang kontrak THL.

Benar, pengangkatan pegawai honorer, termasuk THL, sudah lama dilarang oleh peraturan. Larangan tersebut dimaksudkan untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan. Dan jumlah THL melebihi jumlah ASN (sekitar 800), tidak termasuk guru dan tenaga medis, per Desember 2018.

Baca Juga: AHY Sebut Partainya Akan Pertahankan Koalisi Perubahan

Pada masa lalu, kontrak THL selalu diperpanjang tanpa lewat penilaian kinerja. Mereka bekerja tanpa job description (jobdes) atau deskripsi tugas yang jelas dan tanpa key performance indicator (KPI) atau indikator kinerja yang jelas yang bisa dipertanggungjawabkan.

Dan pada masa lalu, saat ada THL, ASN Nagekeo umumnya tidak bekerja penuh. Karena sebagian tugas mereka dikerjakan THL. Kondisi ini merugikan keuangan negara dan rakyat Nagekeo. Total gaji THL sekitar Rp25 miliar setahun bisa digunakan untuk keperluan rakyat.

FAKTA POSITIF

Lalu apakah Nagekeo sudah lebih baik dalam 3 tahun terakhir ini? Berikut fakta-fakta positif;

Pemkab Nagekeo fokus pada ketersediaan fasilitas sarana sosial ekonomi yang memenuhi, seperti sarana pendidikan, kesehatan (rumah sakit dan puskesmas), dan perekonomian (pasar).

Sektor pertanian dan pariwisata terus dibangun dan dikembangkan, dan Pemkab Nagekeo berambisi jadikan Nagekeo sebagai lumbung pangan yang sehat bagi NTT.

Pemkab terus membangun dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) dan infratruktur yang mendukung tata kelola pemerintahan dan kualitas pelayanan publik yang efisien, efektif, bebas KKN, dan transparan.

Media Pos Kupang memberi award atau penghargaan untuk Nagekeo sebagai Kabupaten terinovatif dalam pembenahan pembangunan infrastruktur, berbasis semangat kegotongroyongan, atau pembangunan partisipatif.

Penilaian kinerja pemerintah daerah mengalami peningkatan hasil dengan nilai B, dalam 4 tahun berturut-turut.

Selama 3 tahun berturut-turut Nagekeo mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian dari BPK NTT terhadap laporan keuangan untuk tahun anggaran 2019-2021.

Bank Indonesia memberi penghargaan untuk Nagekeo dalam prestasi membangun kolaborasi ekosistem pertanian dari hulu ke hilir, yakni kerjasama pemerintah daerah dengan Pandawa Agri Indonesia membentuk ekosistem produksi padi P3A Kubota seluas 100 hektar, dan telah menghasilkan beras dengan brand premium Mbay Natural Rice.

Ke depan, Nagekeo akan diuntungkan karena pemerintah dan Bulog telah bersepakat agar semua komoditas beras dan jagung lokal dibeli Bulog.

Nagekeo, The Heart of Flores, mendapat anugerah dari Anugerah Pariwisata Indonesia (API Award), nomor dua untuk kategori branding pariwisata, di belakang Aceh.

Nagekeo juga ditetapkan sebagai kabupaten terbaik se-NTT pada penilaian kinerja stunting. Tahun 2022 angka stunting Nagekeo di level 8,4%.

Untuk jaminan kesehatan daerah/Jamkesda, pasien bisa menggunakan kartu KIS atau KTP untuk mendapat perawatan di rumah sakit rujukan, di Ngada, Ende, dan Sikka. Dan Nagekeo mendapat pengakuan dan penghargaan nasional lewat penilaian tim kesehatan, dimana Nagekeo untuk pertama kali dinyatakan bebas malaria.

Selain beras, potensi perikanan telah dilirik investor untuk membentuk kolaborasi ekosistem perikanan tangkap. Potensi lainnya tentu garam rakyat, mie beras, bambu, gula aren, teh kelor.

Waduk Lambo sudah mulai dibangun, menyerap tenaga kerja, meningkatan usaha jasa, dan warga sekitar mendapat uang ganti rugi miliaran rupiah. Ini tentu mendorong perekonomian di desa.

Kegiatan tanam jagung panen sapi sedang dikerjakan, dengan jaminan pembeli, berikut tata kelola.

Karena banyak petani masuk dalam jebakan utang (debt track), Pemkab Nagekeo akan membantu dengan memberi jaminan agar petani yang terjebak utang, bisa mendapat lagi akses kredit ke bank dan koperasi.

Sementara BPS Nagekeo melaporkan kinerja ekonomi Nagekeo secara umum memiliki capaian yang cukup baik sedaratan Flores dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 1,95 persen pada tahun 2021.

Dari sisi indeks pembangunan manusia, IPM Nagekeo mencapai 65,82 pada tahun 2021, naik tipis dari 65,81 pada tahun 2020. Kondisi ini menempatkan Nagekeo pada peringkat ketiga dengan nilai IPM di bawah Ngada dan Ende. Nilai IPM yang membaik pasca pandemi yang berdampak ke semua kabupaten.

Sedangkan persentase penduduk miskin di Nagekeo mengalami fluktuasi. Pada tahun 2018 persentase penduduk miskin adalah 12,98 persen, sempat turun ke 12,85 persen dan 12,61 persen di dua tahun berikutnya. Kembali naik menjadi 12,91 persen di 2021.***

Editor: Adrianus Nulangi Madaala

Tags

Terkini

Gandeng Disperindag Bulog Ende Gelar Operasi Pasar

Selasa, 7 Maret 2023 | 11:26 WIB
X